Tentang Aklindo

Asosiasi Kontraktor Ketenagalistrikan Indonesia (AKLINDO) is founded on 7 June 2005 as the association of Indonesian electrical contractor . Sharing the common vision of “Making safe and dependable Engineering and Construction Services”, this association has taken an important role for national development to achieving equality and prosperity. It is hence an important element to incorporate human resource who understands and masters electrical technology and other relevant fields, thus to maximise efficient and accountable labour of high quality.
The firm is built as a formal association to carry out works based on business, thus the mastery of technology and electronic power must be implemented by following the latest information available and to develop professional work.
It is based on the article, Article No. 18 Year 1999 on Construction Service Law and revised Article No. 17 Year 2017, Article No. 30 Year 2009 on Electricity which provides momentum for firm associations to maximise human resource management, on firm and individual basis, to promote strong and competition in the market.
The electrical construction service have increased professional works in Indonesia, thus an association is being developed to organise aspiration, common interest, information and knowledge allocation in Asosiasi Kontraktor Ketenagalistrikan Indonesia (AKLINDO), the Association of Indonesian Electrical Contractor.

Sejarah Aklindo

Asosiasi Kontraktor Ketenagalistrikan Indonesia (AKLINDO) berdiri sejak tanggal 7 Juni 2005, sebagai wadah berhimpunnya Kontraktor Ketenagalistrikan di Indonesia. Ketenagalistrikan merupakan bidang yang sangat penting mendukung pembangunan nasional dalam mencapai masyarakat adil dan makmur. Dalam upaya mencapai tujuan pembangunan nasional tersebut diperlukan sumber daya manusia yang memahami dan menguasai teknologi ketenagalistrikan dan teknologi lainnya yang berkaitan, sehingga dalam pelaksanaan pekerjaan memberikan hasil kerja nyata yang maksimal dan berkualitas tinggi serta dapat dipertanggungjawabkan.
Badan usaha dan usaha perorangan sebagai wahana formal yang melaksanakan kegiatan pekerjaan yang berbasis bisnis, maka penguasaan dan pemanfaatan iptek ketenagalistrikan harus mampu diimplementasikan serta dimuktahirkan dengan mengikuti informasi perkembangan dan meningkatkan kemampuan secara professional. .


Bahwa dengan ditetapkannya Undang-undang No. 1 Tahun 1987 tentang Kamar Dagang Indonesia, Undang-undang No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi, Undang-undang No. 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, memberi momentum bagi badan usaha dan usaha perorangan, untuk lebih mengoptimalkan sumber daya manusia yang ada pada badan usaha dan usaha perorangan itu sendiri guna terwujudnya badan usaha dan usaha perorangan yang kokoh dan berdaya saing tinggi.

Bahwa dengan semangat undang-undang tersebut, ketenagalistrikan telah mendorong pengembangan profesionalisme pada badan usaha dan usaha perorangan ketenagalistrikan di Indonesia, sehingga dibentuklah asosiasi yang menghimpun badan usaha dan usaha perorangan ketenagalistrikan sebagai wadah untuk dapat mengorganisasikan aspirasi, kepentingan bersama, pengelolaan informasi dan pengetahuan yaitu Asosiasi Kontraktor Ketenagalistrikan Indonesia disingkat AKLINDO.

Any Question or more info CALL: 021 6530 3109